Rabu, 07 November 2012

My 21

Rabu, 7 Nopember 2012
My birthday :))

Tadi dapet cake Angry Bird yang warna merah.
Baru bangun, nyawa belum ngumpul dikagetin sama temen-temen sambil nyanyi Happy Birthday,hehehe
Ada Dita, Hira, Wuland, Adit, Noto, Nia, Mbak Ery, Mbak Febri.
Cuma bisa bilang terima kasih.

Makasi es krimnya Adit :)
Iihh mbak ery, gak usah pake nyiram kenapa, mentang-mentang aku belum mandi :D

Sebenarnya gak ngasi kue juga gak apa-apa friend, doa dari kalian yang paling penting.
Sedih juga hari ini, karena hari ini juga SIM aku mati,hehe *besok perpanjang lagi*

Tadi juga sempet mention ke Kemal Palevi dan Ge Pamungkas, minta "selamat ulang tahun", ehhh mreka gak bales mention, yaudah gak apa-apa :))

Minggu lalu sempet pergi bareng Dita dan Hira, kita dikira anak SMA euy. Padahal kita udah kepala dua, masih imut brarti yahh :D
Walaupun umur sudah tua, tapi jiwa tetep muda.

Terima kasih Hyang Widhi.
Terima kasih ayah, ibu, kakak.
FAMILY = Father And Mother I Love You :*




Jumat, 26 Oktober 2012

My Dad My Hero !

Om Swastyastu..

Oke,ini blog pertama dan pertama kalinya gue ng'post :)

Ini Ayahku :*


Akan aku mulai dengan kalimat "My Dad My Hero !" Ayahku Pahlawanku. Seorang guru, sangat cerdas, bertanggung jawab, jujur, rela berbuat apa pun demi keluarga,berjiwa keras, lipatan di dahinya sudah tak terhitung, umur 53 tahun, itulah Ayahku. Ayah yang sangat aku kagumi, sangat aku sayangi. 

Sekarang umurku 20 tahun, aku masih ingat benar dan rasanya sepeti kemarin ketika ayah mengajariku cara memegang pensil, cara menggambar bunga cara membaca dan cara berhitung. Ayahku hebat. Ayah selalu memberikan apa yang aku butuhkan, bukan apa yang aku inginkan. Ayahku orang yang keras kepala, penuh emosi, dan paling tidak suka ditentang. Tapi dibalik semua itu, ada cinta dan kelembutan. Ayah menangis saat dia tidak bisa mengantarku mendaftar di sekolah SMA favoritku. Ayah menangis saat kakak ku tidak ada dirumah ketika hari raya Galungan.  Ayah yang selalu menggendongku saat pagi sebelum dia pergi mengajar. Ayah sering mencium pipiku ketika dia pulang ke rumah.
Ayah akan mengganti bajunya ketika aku bilang itu tidak cocok. Ayah menyindirku ketika aku bangun kesiangan. Aku tidak tega melihat ayah menyapu dan mencuci piring ( itu pekerjaanku ). Sekarang aku di Semarang dan ayah di Bali, yang kurindukan adalah mencuci pakaian ayah dan menyetrikanya dengan rapi.

Meskipun ayahku suka marah-marah tapi dia tidak pernah memarahi ku saat aku menghiasi semua tembok rumah dengan coretan pensil. Aku masih ingat, dulu aku sering menggambar di tembok, aku menggambar semua yang ada di otakku. Aku menggambar rumah, bunga, angka, orang, layang-layang, dan ..... apa lagi ya? aku lupa, hehehehe Ayah hanya akan marah ketika aku pulang malam dan ketika aku menolak perintahnya tanpa alasan yang jelas.


Dalam keluarga besar kami, ayahku adalah sumber segala pertimbangan. Terkadang aku cemburu ketika ayah lebih mementingkan urusan orang lain. Tapi sekarang aku sadar, jiwa sosial ayahku sangat tinggi. Ayahku akan membantu siapa pun dengan sepenuh hati. Dari ayah aku belajar menyelesaikan masalah, menjadi lebih bertanggung jawab, mandiri, dan bersyukur.


Ketika aku bingung mau kuliah dimana, ambil jurusan apa, ayahlah oarng yang memberikan nasihat. Meskipun aku bebas memilih, ayah tetap memberi arahan.  Ayah itu penuh dengan tanggung jawab. Sejak anaknya dalam kandungan ayah selalu memutar otak untuk mencari biaya melahirkan, membeli susu dan keperluan lainnya. Dalam diam, dalam sakit ayah tetap memikirkan nasib keluarganya. Ayah itu rela berkorban, ayah akan menunda membeli kemeja baru ketika anaknya meminta dibelikan gadget yang mahal. Ayah selalu bekerja dan bekerja untuk menafkahi keluarga. Ayah tak menghiraukan betapa banyak lipatan di dahinya, betapa kasar tangannya dan betapa keringatnya menetes saat bekerja. Pekerjaan yang paling berat di dunia adalah menjadi seorang ayah.

Maafkan aku ayah, karena aku terlalu sering meminta. Bahkan sampai saat ini aku merasa belum bisa membuatmu bangga. Tapi aku yakin saat itu pasti akan tiba. Semua yang kulakukan sekarang hanya untuk keluarga, terutama untuk ayah.

Aku Ingin Seperti Ayah.

Oke sekian dari aku, maaf mungkin ada kata-kata yang gak nyambung. Maklum aku gak punya bakat menulis hehehe